Selasa, 31 Maret 2015

Review Nikirani Catering

Sebelum memulai, mari membaca istighfar dulu.

Astaghfirullahalazim. (Baru inget kalau belum review Nikirani Catering).

Sudah 6 bulan pernikahan namuun baru bisa review sekaraang. Maaf ya mba Sandra. Ini nih catering yang sangat membantu aku dan suami saat pernikahan. Sampai aku menikah pun benar-benar dibantu dan sabar banget menghadapi kami yang suka galau tapi nanya-nanya mulu.

Aku waktu itu mengambil paketan yang 400 undangan, walau yang kita undang sekitar 300 undangan. Kenapa?

Alasan pertama, untuk meminimalkan kekurangan makanan bagi para tamu dan keluarga. Maklum banget, aku dan suami adalah keluarga besar. Walau ada yang tidak bisa datang tapi tetap saja masih keluarga besar.

Paketan 400 undangan ini banyak yang aku dapatkan akan tetapi akhirnya aku pun mereka-reka agar makanannya banyak dan tidak terjadi antrian di dalam gubukan.

Makanan gubukan yang aku dan suami pilih:
  • Pempek 400 porsi
  • Sate ayam 400 porsi
  • bakwan malang 400 porsi
  • Es Doger apa Es Puter gitu ya, sekitar 2-4 galon kalau tidak salah
Gubukan ini akhirnya aku bagi 2, jadi tiap gubug ada 200 porsi. Sehingga meminimalkan antrian panjang gubugan.

Untuk makanan prasmanan, aku rada lupa-lupa inget apa saja yang dipesan tetapi untuk rasa semuanya TOP.

Bersyukur banget nemu Nikirani catering. Sangat membantu, pelayanannya memuaskan, dan makanannya enak-enak bangett, konsistenn. Terima kasih Mba Sandraa. :))

Senin, 17 November 2014

Review Sanggar Ine Andriane: AKu Dapat Kejutan!

Awal mula kenapa aku pilih vendor ini, simpel, karena rekanan Nikirani Catering. Sebenarnya ada 4 vendor sanggar rekanan Nikirani yang dikasih mba Sandra ke aku. Ada Hasina, Sanggar Ariesta, Sanggar Ine Andriane, sama Sanggar apa gitu namanya yang bernuansa lebih ke Jawa nama sanggarnya, Keliatan tidak banyak pilihan tapi malah lebih memudahkan aku khususnya untuk memilih mau pakai sanggar apa.

Dikasih nama-nama tersebut langsung menggugurkan dua nama, yang nama sanggarnya lebih untuk manten Jawa dan Hasina. Kenapa? Kalau yang lebih untuk manten Jawa kan namanya juga kayanya lebih ke manten Jawa, kan aku pakai adat sunda. Hasina dicoret karena aku baca-baca banyak yang udah pakai jadi mau pakai Sanggar lain (ini alasan macam apa sih?). Intinya gitu.

Jadilah aku dan suamiku (saat itu masih pacaran), menuju ke Kelapa Gading tempat Sanggar Ariesta ini berada. Ketemu sama Ibu pemilik sanggar ditanya maunya pakai baju warna apa dan ukurannya apa. Sebelum menjawab, aku sempet liat-liat desainnya dan warna daaan ukuran (yang terpenting). Langsung hopeless sih pas liat ko kebayanya mungil imut lucu gitu ukurannya. Ngeliat badan aku yang saat itu lagi gede-gedenya yaudah dipaksa masuk akhirnya ga ada yang cocok.

Bajunya padahal bagus-bagus dan kelihatan wah tapi karena kecil ukurannya dan suamiku ngelihat wajahku yang berubah muram. Memutuskan untuk cari ke sanggar lain, yatu Sanggar Ine Andriane.

Pencarian Sanggar Ine Andriane berjalan cukup lika-liku. Lokasinya di Rawa Mangun, belakang golf court itu. Dari yang salah belok, neduh karena ujan, dan akhirnya nyoba lewat jalur sana-sini, nemu deh akhirnyah! Sanggar yang bercat pink ini memang menarik perhatian dari awal. Oo iya sekarang sanggarnya udah direnovasi gitu jadi lebih kaya sanggar, kalau waktu aku dulu datang masih semi rumah semi sanggar. Hehehehe.

Ditanya mau warna apa, aku bilang merah. Lalu ngeliat badanku yang lagi gede-gedenya, mbanya ngeluarin kebaya maroon ungu sama emas ijo gitu yang notabene ukuran besar. Daaann pas dicoba yang emas ijo dulu. Muaattt sodarah! Ini karena muat aja aku melihat ada secercah harapan. Liatin ke suami, doi nyengir karena ngeliat aku udah kembali ceriah. Karena ini buat nyoba-nyobain aja, dilepas lagi lalu pindah ke maroon ungu.

Muat jugaahh. Hahahahaha. Aku makin ceriah. Suamiku makin senang karena doi suka aku pakai yang maroon ungu, Jadilah diputuskan kita pakai maroon ungu. Bajunya buat suami juga disiapin sama mba nya, muat jugaah. Iyah, jodoh sama baju ini. Ada ekornya, warna nya pas, ada emasnya dikit, terus bisa menyamarkan beberapa bagian badanku jadi ga keliatan lebar. Hahahahaha. Alhamdulillah.

Paketannya diambil dan memutuskan pakai acara adatan sunda jadi nambah 2 juta. Kalau pakai paketan mah ga nambah apa-apa lagi. Mau pakai baju perdana apa engga, ga ada tambahan biaya. Mau pakai beludru, sok atuh ga ada biaya tambahan. Isi sawerannya bawa sendiri tapi semuanya disiapkan dari sanggar. Aku tinggal kontrol aja sama orang sanggarnya. Terus MC adat juga termasuk disini yaa,

Nah, sanggar ini aku ga ada tambahan lain kecuali acara adat sunda. Menjelang hari H udah deg-degan dan mulai bawel nanyain siapa yang ngerias. Cuma pengen tau aja siapa namanya dan nomornya kemudian request, plis buat muka saya yang bundar jadi lebih tirus. Setidaknya ga lebar banget lah. Sampai hari H aku masih gatau siapa yang ngerias, cuma dibilang tenang aja mba. Semuanya asisten bunda Ine bagus-bagus ko. Iyah, aku percaya.

Sampai hari H, ada kejutan menanti. Yang ngerias aku adalah bunda Inee. Aku yang telat 10 menit dari janji temu yang udah lari-lari ke ruang riasnya, sempet ngerem sambil bingung sambil takjub, ini beneran bunda nya yang ngerias aku. Udah dijabat tangan aja masih aku nyah yang bingung. Yaudah kalau bunda nya yang ngerias, aku duduk anteng. Dan dalam hati langsung bersyukur alhamdulillah. Ini yang namanya rejeki. :))

Muka yang abis bangun tidur dan masih ga percaya kalau hari ini nikah di tambah yang ngerias bunda nya, dipoles. Hasilnya memuaskaann. Suamiku yang lagi duduk di meja akad waktu aku masuk untuk duduk di sampingnya sampai yang ngeliatin aku nya nunduk ngeliat nunduk ngeliat lagi sampe lamaa baru nunduk lalu ngeliat lagi. Simplenya manglingin. 

Ini penampakannya. Maklumi pipi dan badanku yang lebar dan gembil bulat-bulat. Ini aku udah killer kardio dan lebih ngecilin dari awal bgt aku siapin pernikahan yaa.


Sebelum pernikahan
Lagi akad. Ngambil dari samping aja biar keliatan kecil. Soalnya badannya lebar euy akuh kalo dari depan.

Aku yang pakai baju putih dengan suamih.
Naahh, ini pas resepsi.

Aku dan Suami saat resepsi
Ini ditirusin banget loohh. Alhamdulillah puas banget dengan sanggarnya. Adatan serta riasan dan pakaian sampai sepatu (ini dibuatin karena ga ada ukuran akunyah) bahkan gratis perawatan wajah sebelum nikah (mikrodermabrasi) sangat memuaskan. Terima kasihhh. Keep up the good works, team!

Kalau ada yang mau pakai Sanggar Ine Andriane, lebih baik langsung ke sana aja, langsung nyobain. Kalau hari Sabtu-Minggu, mereka tutup nya lebih awal, jam 4 sore. Aku kalau ke sana rata-rata hari kerja, minta ijin sama kantor, jadi lebih sepi dan pelayanannya lebih fokus.

Jumat, 14 November 2014

Review Graha Lukisan

Dari semua hal yang aku dan suami urus untuk nikahan, kayanya, gedung buat nikahan ini yang bikin drama. Drama emosi, air mata, bingung, sampai hampir gagal move on.

Awalnya sih di At-Tin aja tapi kemudian ganti jadi resepsi di Graha Lukisan dan akan di At-Tin. Namun karena berganti hari jadinya semua akad dan resepsi di Gedung Graha Lukisan. Awalnya berjalan mulus dan marketingnya juga kondusif. Akan tetapi, tiba-tiba ada telepon dari manajemen Gedung Graha Lukisan kalau ga bisa pakai untuk hari nikahanku karena mau renovasi.

Yaudah jadi emosi di kantor. Marah-marah sama yang nelpon dan ngamuk-ngamuk tingkat dewi. Beneran deh. Abis emosi langsung lemes. Tadinya udah ada jadwal liputan yang mau dihadiri jadi dicancel aja ga datang ke liputannya. Mau ngurus ini sebaiknya gimana.

Akhirnya kita hubungi marketing yang pegang aku di gedung tersebut. Marketingnya cukup kompeten dalam menangani capeng-capeng yang mau pakai gedung. Aku diminta untuk tidak panik, tenang, dan tetap sesuaikan saja acara pernikahan. Masalah gedung biar marketingnya saja yang urus.

Setelah deg-degan selama 2-3 minggu, kepastian gedung akhirnya ada. Aku dan suami jadii menggunakan gedung ituu. Alhamdulillaaaahhh.. Renovasi jadinya dimulai bulan Desember apa November gitu. Kalau memang ada yang mau pakai Graha Lukisan mungkin sekarang ini lagi ga bisa karena mau direnovasi.

Pelayanannya cukup memuaskan dan bagus akhirnya. Intinya aku puas walaupun ada drama (hampir) ga jadi pakai gedung Graha Lukisan.

Kamis, 13 November 2014

Review Setelah Menikah

Yaakk.. Ternyata vakum nulis blog tentang nikahan sampai akhirnya sudah melangsungkan acara nikahannya. Sibuk banget ternyata mengurus pernikahan. Banyak drama, banyak airmata, banyak emosi (apalagi si suami emosinya), banyak intervensi, daan banyak berita kaget yang bikin gemes.

Mungkin review detailnya akan dibahas satu per satu yaa di post selanjutnyaa. Akan tetapi secara keseluruhan, Alhamdulillah, aku dan suami beserta keluarga puas dengan acaranya. Bahkan mamaku bilang "Mama jadi pengen bikin nikahan lagi", padahal kan aku anak terakhir. -___-"

Ini adalah vendor yang aku pakai selama nikahan:

Iyah, ini kami, Aku dan Suamiku. 

Acara pernikahan Dhini dan Angga
Sabtu, 20 September 2014
Akad: 07.30-09.00 (lanjut sama adat Sunda)
Resepsi: 11.00-13.00
  • Gedung: Graha Lukisan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta
  • Catering: Nikirani (nonrekanan gedung)
  • Fotografer: Mas Adi (Paketan Nikirani)
  • Sanggar Rias: Ine Andriane (Paketan Nikirani)
  • Adat Sunda: Dari Sanggar Ine Andriane
  • MC: Paketan dari Nikirani Catering
  • Dekorasi: Paketan Nikirani
  • Nuansa: Emas Maroon Cokelat
  • Suvenir: Kayanya sih beli di Jatinegara soalnya yang ngurus Kaka Ipar
  • Undangan: cetak sama Kaka Ipar yang ada usaha tambahan.
  • Penghulu: KUA Kampung Makassar
  • Henna: Di Plaza Pondok Gede deket bioskop. Insya Allah aman soalnya pakai pacar dicampur minyak kayu putih. Bertahan sekitar 2 minggu.
  • Perawatan Pra Nikah: karena sudah habis-habisan untuk biaya nikah dan kawan-kawannya jadinya milih perawatan yang murah tapi kece. Dapat salon lumayan utk perawatan di Salon Al-Husna, Jatiwaringin. Salon khusus perempuan. Tempatnya memang sederhana tapi pelayanannya lumayan memuaskan. Lalu aku tambah untuk muka gratis perawatan wajah mikrodermasi di Salon rekanan Sanggar Ine Andriane. Jadilaah tidak menguras kantong :))
  • Bahan seragam Pink keluarga inti, kebaya emas mamah, dan kebaya akad aku: PGC ajah cukup.
Apa lagi yaa. Intinya sih kalo ngurus nikahan yang penting kita tawakal sama Allah. Banyak-banyak berdoa dan semakin mendekatkan diri sama Allah. Yakin kalau rejeki ga kemana. Daaaan ujian sebelum nikah itu LUAR BIASAH! Kalau udah melewati ujiannya dan lulus ujian rasanya ploooonggg. Bagi yang muslim, banyak baca Surat An-Nur tiap hari. Niat aku baca surat An-Nur agar acaranya lancar jaya, ga kurang-kurang, sempurna. Nah itu aku baca sebulan sebelum acara nikah. Alhamdulillah bonusnya jadi manglingin. Sampai suami (katanya suami sih) ga percaya kalau itu aku (baca: gendudnya sih bener tapi mukanya makin cantik. Hahahaha), manglingin banget.

Segini dulu yaa. Tunggu postingan aku selanjutnya mengenai detail nikahaan. Semoga membantu, para calon pengantin yang lagi persiapan. :)


Jumat, 28 Februari 2014

Suvenir di Jatinegara

"Mah, Dhini mau liat-iat suvenir di Jatinegara sama A"
"Masih lama Dhin, udah lihat-lihat suvenir aja"
"Survey mah. Mumpung libur."
Mama nyengir

***

Suvenir ini adalah printilan yang sebenarnya ga bisa dilepaskan juga dari nikahan. Banyak yang ngasih suvenir ituh Gelas. Karena aku dan A sudah sering banget dapet gelas, kita memutuskan untuk tidak menggunakan gelas dalam acara nikahan kita. Selain gelas adalah, kalau bisa, kita meminimalkan barang pecah belah dalam suvenir kami. Hal ini dikarenakan, tidak semua orang apik, daaann meminimalkan pengembalian suvenir akibat suvenirnya pecah belah. Intinya kita gamau gelas.

Kumpulan suvenir yang udah rapih

Pada hari Minggu, kita ke Jatinegara untuk lihat-lihat. Aku dan A sama sekali gatau dimana letak tempat suvenir di Jatinegara, taunya sih yang jualan hewan, secara A suka banget melihara hewan (bahkan dia bilang mau melihara Kudanil. Ya kaaaliiii).

Kita sotoy aja gitu jalan-jalan di Pasar Jatinegara. Jalan di bagian luar yang panas dan berkeringat, ko kita ga nemuin tempat suvenir yang banyak banget. Ada sih, tapi gitu-gitu aja. Penasaran banget kaan, A akhirnya nelpon kakanya. Kakanya A ngasitau kalau Toko Suvenir yang bagus-bagus itu ada di dalam Gedung di Basement.

Rutenya masuk dari Pintu Pasar Jatinegara yang seberang Pusat Grosir Jatinegara atau SMP 14. Masuk dari gang yang disitu kemudian kalian masuk ke Gedungnya itu, Setelah masuk langsung ke kanan, disebelah kiri ada tangga turun, kalian turun daaan Welcome to the Souvenir's world. Di situlah toko suvenir berkumpul. BANYAK dan harganya bersaing.

Suvenir semprong yang membuat kita pengen beda

Seneng muter-muter, saking senengnya pengen sekalian aja gitu beli. Lapar mata. Lucu-lucu. Tadinya kita mau kasih yang gelang tasbih tapi akhirnya ga jadi. Jadilah kita muter-muter dan memilih beberapa alternatif imut untuk suvenir.
  1. Penjepit Memo tempel Kulkas - Pakai Mika 3500an, Pakai plastik 2000
  2. Penjepit Memo Taro Meja - Pakai Mika dan Pita cantik 4000-5000
  3. Tempat Perhiasan Etnik - 3500-4000 (sudah rapih dan cetak nama)
  4. Semprong - 6000 (udah rapih juga). Ukurannya ada yang besar dan kecil. Yang kecil lebih mehong dari yang besar. Kalau kata penjualnya, karena unik.
Aku dan A pengen banget suvenir Semprong tapi karena barang pecah belah dijadikan alternatif ke-empat. Mama malah pengennya semprong padahal awalnya bilang aneh. Hahahaha. Tapiiii alternatif ini bisa saja berubah tergantung dari mood dan hasrat kami yang random. Hehehehe.



Jadinya Satu Gedung Dua Acara

Setelah adanya kebingungan yang panjang tentang penentuan hari pernikahan jadilah pernikahan aku dan A diundur sampe September (seperti rencana awal sih sebenarnya). Alasannya, di bulan Agustus kita mau nikahan Jumat tapi keluarga kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk hari Sabtu biar yang datang ramai lancar. Amiin. Sempat stres dengan ketiba-tibaan ini. Takut Graha Lukisan udah penuh di hari Sabtu bulan Agustus-September.

Dengan memelas ngabarin Pak Sumiran, beliau akhirnya menemukan tanggal masih kosong pagi malam di bulan September dan hari Sabtu pulaakk! Alhamdulillaaah. Jadilah aku langsung book tanggal tersebut di siang hari. Kenapa siang? Karena kalau malem takut macat cantik didepan jalan raya TMII itu daaann juga biar abis kondangan bisa pada ke Taman Mini.

Namuuunnn, berbeda cerita dengan di At-Tin, At-Tin sudah penuh untuk akad nikah di jam dan hari yang diinginkan. Jadilah, kita cancel Akad di At-Tin (menangiisss dalam hatii) dan ikutan akad di Graha Lukisan (tersenyum lagi karena bisa lebih save money). Nah untuk cancel di At-Tin, karena sudah DP jadilah pengembalian uangnya sekitar 50% dari DP. Ngambil kembali uang DPnya segera setelah kalian menyatakan cancel yaaa.


Jumat, 21 Februari 2014

Review Anjungan Jawa Tengah

Tulisan ini didedikasikan untuk temen kuliah gw dan A, yaitu Dita. Pulang kerja kemarin, Dita whatsapp dan ngasitau kalau dia baca blog gw tetap wedding prep ini. Sempet sharing-sharing dan cerita-cerita, Dita minta tolong review tentang Anjungan Jawa Tengah which means, dengan harga Rp 10 juta, apa sih yang bisa didapatkan di Anjungan ini?

Here we go..

Jadi 10 juta yang kalian akan dapatkan kalau di Anjungan Jawa Tengah adalah kalian sewa selama 1 hari. Yesss 1 hari! Karena Anjungan Jawa Tengah hanya menerima 1 event per hari. Mereka juga flexible bisa weekday bisa weekend. Daaann kalian menyewa satu area di Anjungan Jawa Tengah. Selain itu, kalian juga dapat:
  1. Standing AC 8 buah + blower
  2. Sound system
  3. Kursi Futura 100 bangku
  4. Dua buah kamar rias
  5. Karpet Jalan
  6. Panggung Pelaminan
  7. Genset
  8. Perangkat Gamelan (ini boleh dipake boleh ga, kalau mau dipakai tambah personil tambah 4 juta. Tapi kalau kalian ingin bawa dari luar personilnya, ga masalah ko)
  9. Listrik
  10. Lighting
Naaahh, di Anjungan Jawa Tengah ini pemilihan catering baik rekanan dan non rekanan kena charge 10%. Jangan lupa diinfokan ke catering yang mau kalian pilih. Selain itu cek juga berapa harga tiket masuk Taman Mini. Kalau kalian ingin menggunakan gedung di dalam area Taman Mini, jangan lupa sisihkan atau siapkan budget lebih untuk membayar tiket masuk para tamu, ya.

Anjungan Jawa Tengah ini semi outdoor. Sebenarnya, gw dan A suka banget sama venue ini tapi karena ada pemikiran takut hujan (karena tanggal pernikahan kita sepertinya masuk musim hujan) jadi kita batal menggunakan Anjungan ini. Akan tetapi jika ada yang tertarik, bisa menghubungi Pak Guna, beliau helpful ko orangnya. Nomornya Pak Guna pernah aku cantumkan di tulisan sebelumnya :D
 

Kamis, 20 Februari 2014

Daaan Kami pun TF di Nikirani Catering

Catering yang paling direkomendasikan oleh mamaku ini akhirnya kita TF-in juga. Sudah 2 kali aku dan A TF di catering ini. Ini disempatkan dengan jadwal kuliah kita yang Sabtu-Minggu. Janjian oke dan tidaknya pun hari itu juga. Lihat sepertinya bisa sempetin, langsung cuusss.

TF 1 Nikirani itu waktu Nikirani perform di BKKBN. TF 1 ini adalah TF kilat yang gw lakuin. Karena datang, ngambil makanan, lalu cus lagi. Kenapa kilat? Karena A ada kuliah dan presentasi jam 09.00 (padahal kita baru sampai di BKKBN jam 08.45). Langsung menghubungi Mba Sandra untuk minta jemput. Sebelumnya, gw udah bilang Mba Sandra kalau kita akan kilat soalnya masih ada kuliah pagi. Daaaann Mba Sandra pun sudah mempersiapkan makanan yang sudah dibungkus untuk kita TF-in. Hehehehe. Thank youu mbaa.

Sekilas tentang TF 1, waktu aku menunggu mba Sandra jemput, sempat curicuri pandang sebentar sama performnya. Karena lagi pakai adat Padang jadi ga terlalu interest soalnya aku pakai adat Sunda. Nuansanya ungu silver. Manis kok. Dan Gedung BKKBN ini ternyata modelnya itu tamu salaman dulu baru turun panggung nyicipin makanannya yang semua ada di sayap kanan. (Fotonya ilaaanggg T___T)

Kalau dari perform di BKKBN, walau sekilas, aku suka. Ada Perahu pinisi juga ditengah. Ga sempet banyak ngobrol sama Mba Sandra dan ga sempet liat-liat lebih dalam karena gw kudu buru-buru dan A nungguin didepan gedung di atas motor. Biar cepet katanya.

TF 2 terjadi saat kita, akhirnya, libur kuliah. Libur menjelang UAS. Kita TF di gedung Bea Cukai Pusat. Ga pakai kesasar karena dulu pernah bekerja di daerah Rawamangun jadinya sudah cuss kenal sama daerah itu. TF 2 ini pengantin pakai nuansa Pink Silver. So girly. Liat penganting prianya, doi pakai setelan warna silver. 

Tema TF kedua ini mungkin nasional yaa apa maroko. Soalnya yaaa gitu. Hahahahaha. Can't describe it with words. Kali ini gw dan A benar-benar melihat performnya Nikirani. Over all sih aku suka sama dekornya, tapi mungkin ada beberapa yang aku rikues, kaya bunga gantungnya, aku dan A memilih untuk warna putih dan kalau bisa bunga asli. Kemudian standing lamp aku mau ganti jadi standing flower aja. Jadi biar sama semua. Lalu taman di depan pelaminan, A pengen ada kebun bunga bukan kebun daun. Daaan A pengen ada kaya gapura ranting pakai lampu kecil-kecil gitu. Sedangkan gue mau minta (kalau boleh bonus :D) untuk pohon tanpa daun dan bunga untuk ditaro di depan deket meja tamu. Buat apa? Still secret..

Untuk makanannyaa dari TF 1 sampai 2, ENAK PARAHnya konsisten! Gue lupa apa aja yang gue icip-icip. Intinya sih:
- Sate ayam: ENAK. 8,5 (bumbunya gila kentel cuyy. Rasanya itu bener-bener sate ayam yang lembut dan anget) --> List makanan gubug
- Bakwan Malang:: SEDAP. 8 (kuahnya, siomaynya, bakwannya, sampai daging gorengnya, semua enak semua punya rasa yang masing-masing enak berkarakter, dan masih hangat) Tetapi karena makanan ini kudu disiapin banyak hal, jadinya waiternya keteteran menyiapkan makanan ini.
- Es Doger Nikirani: GREAT. 8,5. Ini enak dan menyenangkan makannya. A yang ga terlalu suka es-es-an, ini malah seneng banget. --> Masuk list makanan gubug
- Puding: DELICIOUS! 9. Paling suka iniii. Ada puding warna oren yang emang rasa jeruk banget. Warna cokelat yang emang cokelat banget, dan warna pink yang gue rasa adalah strawberry (..atau cocopandan?). Fla-nya itu menyenangkan hati kami berdua.
- Makanan prasmanan: Overall 8,5! Karena udah TF 2 kali jadinya bisa membandingkan ayam-ayaman, ikan-ikanan, daging-dagingan apa yang akan masuk ke menu andalan untuk pernikahan kamii. :D Amiin.

Sejauh ini, Nikirani memuaskan hasrat gue dan A dalam memilih katering. Daaan Nikirani adalah calon terkuat kita saat ini. Tapi mau nyoba TF di catering lain. Mau lihat bagaimana performnya dan makanannya jugaa. Untuk perbandingan mencari yang terbaik (semoga ga galau).


Kamis, 13 Februari 2014

Gedung: DONE! Catering .....

Sudah DP Gedung untuk Akad dan Resepsi. Insya Allah Akad di Masjid Agung At-Tin dan Resepsi di Graha Lukisan, Taman Mini Indonesia Indah.

Bagi yang mau Akad di At-Tin, ini rinciannya ya:
Sewa tempat (Akad Standar): Rp 4.000.000
Sewa MC+Qori+ Sari Tilawah: Rp 1.000.000
Urus KUA sama At-Tin: Rp 1.600.000
Total: Rp 6.600.000

Jadi kalau ada capeng-capeng yang sibuk bisa memilih paketan gabungan ini (Rp 6.600.000). Tapi kalau mau sewa tempatnya aja boleh-boleh saja ko. Ini memang memudahkan yang sibuk. Karena sudah terima beres deh kalo KUAnya diurus di At-Tin (mulai dari penjemputan, pemulangan, buku akad, biayanya juga. Intinya terima bersih). Asalkan berkas-berkasnya jangan lupa disiapkan lengkap 1-2 bulan sebelum acara. Oo iya, disini juga ada sewa tempat Akad VIP harga sewanya Rp 6.000.000.

Untuk Graha Lukisan, karena mau ambil malam maka harganya Rp 8.500.000. Kalau siang itu Rp 7.000.000. Untuk masalah catering bisa pakai yang rekanan (ada 15) atau yang non rekanan. Mereka ga maksa harus pakai yang rekanan, asalkan pengurus Graha Lukisan sudah dikasih tahu. Jadi kalau kita memutuskan pakai katering non rekanan, diharapkan info ke pengurus, nanti pengurus yang akan briefing para katering tersebut charge2 apa yang ada.

Kalau mau pakai rekanan juga bisa. ini list nya:
  1. AFIDA Catering
  2. Ayla Catering
  3. Mitra Wangi
  4. Nur Kharisma
  5. Puspita Sawargi
  6. Cieka Mandiri
  7. Maharani
  8. Zulfa Halim
  9. Dimas Catering
  10. Tidar
  11. Nuri
  12. Bungsu Nanda
  13. Nabilla
  14. Wifa Catering
  15. Aina Catering
Nah, itu adalah vendor-vendor catering rekanan dari Graha Lukisan. Pemilihan catering untuk aku ini masih labil banget. Sudah minta PL dari beberapa vendor rekanan dan non rekanan. Ini catering yang aku pilih:
  • Nikirani Catering (Mba Sandra)
  • Paramita Catering (Mba Shinta)
  • Nabilla Catering (Mba Wanti)
  • AFIDA Catering (Mas David)
  • Wifa Catering (Mas Fachrudin)
Belum bisa milih dan memutuskan. Mama sih maunya pakai Nikirani karena pernah lihat performnya yang gesit dan cekatan, makannnya juga enak. Tapi mau lihat-lihat dulu dan membandingkan lagi. hehehe. Kemarin sempet TF Nikirani sih. Post selanjutnya yaa...
 


Senin, 03 Februari 2014

My Wedding Venues (Insya Allah)

Venue untuk nikah ini memang benar-benar menghabiskan pikiran, ya. Untungnya penghabisan pikiran tentang venue nikahan ini terjadi setelah deadline majalah gue kelar. Walaupun sedang mulai persiapan untuk terbit bulan Maret tapi setidaknya beberapa sedang dikerjakan.

Bolak-balik Anjungan Jawa Tengah - Masjid Attin - Graha Lukisan. Akhirnya kami semua insya Allah akan memilih Masjid At-Tin sebagai tempat akad dan Graha Lukisan sebagai tempat resepsi. Tapi gue belum DP. Hehehehe. Mau lihat dulu tampilan Graha Lukisan saat didekor dan saat ada acara siang dan malam. Semoga saja minggu ini bisa mulai DP Graha Lukisan. Untuk masjid At-Tin sepertinya mama yang akan urus hal-hal di At-Tin.

Alhamdulillaah..

Well, memang ada satu yang mungkin belum sesuai dengan A, yaitu waktu akad nikah. A maunya pagi tapi mama maunya sore (disatuin sama resepsinya). Akhirnya akad insya Allah sore jam 4. Semoga pas akadnya semuanya lancar. Amiin.

Setelah gedung, saatnya mengurus hal-hal lainnya, yang MASIH BANYAK. Semangaatt! Yang pasti saat ini mau nyari tema pernikahannya dulu..

Kamis, 30 Januari 2014

Gedung ini.....

Masih ingat kalau gue dan A pengen banget pake Anjungan Jawa Tengah?

Kesampaian? Sepertinya tidak. Karena dengan berbagai pertimbangan yang paling memberatkan aku adalah cuaca (red: Anjungan Jawa Tengah semi-outdoor), jadi diputuskan untuk dikeluarkan dari list. Naaahh, tidak ingin sedih berkepanjangan, sambil nunggu keputusan dan berbagai pertimbangan yang alot, aku membuat wedding-call alias nanya-nanya ke gedung berapa harga dan free atau tidak.

1. Deptan
Menghubungi Pak Hartono (081282696342) nanya tentang available gedung yang sangat LARIS ini, berharap ada keajaiban. Bapaknya bilang untuk nikahan bulan September 2014 udah full, mba. Masih berusaha nanya "kalau nikahan di hari kerja disewakan ga, Pak?" Bapaknya dengan bijak mengatakan cuma disewakan hari sabtu-minggu aja untuk pernikahan. Baikkk. Bye Deptan.

2. Makarti, Depdagri
Ini sebenarnya tempat yang dipakai teteh waktu nikah. mama sempet kepikir juga "apa mau pake gedungnya teteh, dhin?" aku cuma nyengir-nyengir. Coba telpon ke sana 7993376. Diangkat sama ibunya (lupa namanya). Ibunya bilang untuk sewa tahun 2014 itu 5 juta, akad 750ribuu. Gilaaa. Keren mantap dah. Tanya yang kosong bulan September, ibunya cuma bilang tanggal 20 malam kosong mba (seandainya tanggal 27 yang kosong). Dan bulan Oktober yang masih kosong 25 malam. Tanya lagi bisa atau ga kalau nikahan hari biasa disitu, ibunya bilang tidak bisa. Dengan berat hati, saya mencoretnya. Huuaaa...

3. Graha Lukisan
Posisi di Taman Mini, pas lihat diweb oke punya nih harga. Dibanding dengan gedung di Taman Mini, tempat ini lebih murah Rp 7juta - 8,5 juta. Untuk nikahan hari biasa pun disini juga bisa, bahkan lebih leluasa. Hehehe. Tapi harus lihat lagi bagaimana rupanya Graha Lukisan ini.

4. Padepokan Pencak Silat
Gedung ini harus dicoba juga karena udah saking bingungnya gue mau nikah di gedung mana (padahal hari kerja pulak masih puyeng. Apa kabar yang Sabtu-Minggu?). Telepon ke 8416011 atas nama Mba Ani, beliau bilang sewanya sekarang 11 juta. kalau nikah pagi maka akadnya itu infak 200 ribu di depan pelaminan, kalau malam infak 350ribu di mushola. Kalau hari kerja bisa didepan Pelaminan infaknya 200 ribu.

Setelah melakukan wedding call, diputuskan untuk dikunjungi secara langsung wujudnyah. Aku dan A akhirnya berhasil mengunjungi Graha Lukisan dan Padepokan Pencak Silat di sela-sela waktu yang sibuk ini. Pertama ke Padepokan Pencak Silat.

Padepokan Pencak Silat ini sudah direnovasi jadi harga naik dari yang 6,6 juta jadi 11 jutaa. Lalu bagaimana penampakan gedung ini? Yaaaa gtu aja sih. Soalnya gatau juga sebelum direnovasi kaya gimana. Bentuk ruangannya kotak. Pas lihat ruang riasnya, ruangannya horor yaa. Memang kacanya memanjang tapi tetap saja ngelihatnya mengerikan.

Ruang Rias Padepokan
A pun terlihat tidak interest dengan gedung ini. Selesai melihat Pencak Silat dengan tegas A mengatakan "coret langsung Padepokan Pencak Silat."

Tempat kedua Graha Lukisan. Masuk dari museum purna bakti pertiwi langsung cus ke Graha Lukisan gataunya dikonci lhoo. Tanya sama bapak-bapak disitu katanya kita kudu ke bagian informasi/penerangan dulu, nanti sama marketingnya ditemenin. Sempet A gamau turun dari motor karena pengen nulis berita (doi wartawan), aku ngambeg. Hehehehehe. Jadilah dia turun dengan terpaksa dan sibuk sendiri nulis. 

Graha Lukisan/Dhini
Masuk kebagian informasinya, mulai dijelaskan tentang prosedur pemakaian, harga, dan lain-lain. Lagi dijelaskan ternyata A lebih banyak nanya dari tempat sebelumnya. Sepertinya dia interest. Harga untuk hari biasa dan malam hari sama, yaitu Rp 8,500,000.. Dibandingkan dengan tempat lain yang ada di Taman Mini ini, Graha Lukisan lebih on budget buat kita.

Aku menawarkan dii untuk lihat wujud gedungnya langsung, sama bapaknya ngebolehin, tiba-tiba A nyaranin nanti aja pas udah ada acaranya. Terjadilah kami diskusi didepan marketingnya. Hahahaha. Emang beginilah kita. Kenapa aku keukeuh mau lihat sebelum didekor?
Pertama, mau lihat ruang riasnya. Kalau lagi acara, yaa ga sopan aja kita tiba-tiba masuk ruang rias. Kalau aku jadi pengantinnya pun pasti risih.
Kedua, mau lihat wujud "sebelum" didekor.
Ketiga, menentukan dekorasi apa yang enak untuk gedungnya.

Ruang Rias/Dhini

Ruang rias lagi/Dhini

Akhirnya, aku, A, dan bapaknya menuju ke Graha Lukisan untuk lihat gedungnya. Aku sukaaa pintunyaaahh. A pun juga terlihat lebih interest dengan gedung ini. A lebih banyak nanya daripada aku (ciri-ciri A interest sama suatu hal). Lihat ruang riasnya pun jauuuh lebih bagus dengan Padepokan.

A dan Bapak Marketingnya/Dhini

Pintu masuk/Dhini

Pohon Trembesi yang sudah diukir/Dhini

Seperti yang terlihat, ruang riasnya lebih bagus dari Padepokan. Bahkan Harga untuk Graha Lukisan lebih murah. hohohohoho. Ruang rias yang bersih dan bagus, menambah mood baik saat akan didandan. Oo iya, di Graha Lukisan ada dua kamar rias ber-Ac yang bersih dan cukup nyaman.

Fix. Jadi kayanya ini akan jadi kriteria kuat gedung nikahan kami. Tinggal minta persetujuan mamaku bagaimana jadinya. Insya Allah. Amiiinn.

Senin, 20 Januari 2014

Balada Tempat Nikah dan Catering

Setelah menunda beberapa bulan dengan persiapan pernikahan, kini dimulai lagiii! Yeaaaayyy!

Ada yang beda kali ini, karena mama yang akhirnya getol nyari tempat dan catering. Awalnya karena sepupu gw yang sekarang tinggal di luar akan balik ke Indonesia dan nikah dengan pacarnyah di bulan Maret. Tadinya sepupu gw mau ngelangsungin pernikahan di At-Tin tetapi jadinya di rumahnya.

Balada pencarian gedung dan catering dimulai saat berita sepupu gw mau nikah tersebut. Mama dengan senang hati ngambil brosur sewa aula di At-Tin. Kebetulan mama adalah ibu-ibu pengajian At-Tin yang sabtu minggu jadilah sekalian pulang ngaji. Pulang ke rumah bawa brosur At-Tin daan langsung lah mama agak-agak ga percaya tapi mau bagaimana lagi tapi pengen banget pake At-Tin. At-Tin mahal yaaahhh.

Untuk resepsi Rp 12.000.000, untuk akad standar Rp 4.000.000, untuk akad VVIP Rp 6.500.000. Tempat Coffee Break sekitar Rp 8.000.000. Guest House (mungkin ini bagi ada keluarga yang tinggal di luar jakarta) Rp 2.000.000 selama 24 jam. Ada charge tambahan dan beberapa aturan lainnya. Tapi memang kalo akad disini lebih enak dari suasananya.

Baiklaaaahhh. *makin puyeng

Mama akhirnya nanya lagi tentang Anjungan Jawa Tengah. Dalam hati terdalam aku dan A memang ingin banget pake venue ini. Tapi yang bikin kita rada gimanaa juga dan mikir kembali adalah ini semi outdoor. Ngeri ujan. Tapi kalau kata mama "Berdoa aja." Kemudian ada masukan dari kakaknya A dan mami, akan lebih baik jika menggunakan tempat yang "kita banget". Dalam artian karena kita mau pake adat Sunda dengan sentuhan Palembang tapi Sunda yang lebih banyak disarankan pakai Anjungan Jawa Barat.

A mulai galau juga.

Naaah, jadilah kita bergalau ria. Bingung mau yang mana. Kemudian akhirnya aku memutuskan untuk membuat list venue yang akan semoga bisa dipakai. Sekitaran Taman Mini. 

- Anjungan Jawa Tengah
- Graha Lukisan
- Sasono Adiguno
- Anjungan Jawa Barat
- tempat yang deket pintu 1 taman mini.

Belum ada yang bisa kita lakukan lagi hanya berpikir, sebelum bulan februari gue kudu dapet tempat. Sembari nyari-nyari akhirnya gw browsing catering yang sesuai dengan budget. Dari brosur dan penglihatan mama ke sana kemari, akhirnya dibikin list-nya lagi:

- Purnama Catering
- Chikal catering
- Manna Cipta Rasa Catering
- Windy Catering
- Alisha Anjani

Itu diambil dari brosur. Selain berdasarkan brosur juga berdasarkan review teman-teman calon pengantin laiinya. Semakin dibaca semakin bingung. Baru nanya ke Purnama Catering sama Alisha Anjani. Lainnya mau nanya kalo udah dapet gedungnya.

Walaupun rencana mau di hari Jumat, tetp saja harus siapin gedung dari sekarang, toh?
Semangaaattt!

Rabu, 23 Oktober 2013

Review Almatra Catering

Haii semua yang sedang mempersiapkan diri menuju pelaminan!

Kali ini aku mau review vendor catering bernama Almatra Catering. Setelah tanya-tanya sama Mba Sumi dan diajak TF dan kita selalu tidak bisa datang karena tetiba kuliah diperpanjang, ga ada yang nemenin, atau pun karena kejauhan. Oke, kebanyakan alasan. Jadilah aku memutuskan untuk dikirimkan ke rumah.

Berhubung masih bingung menu apa yang mau dicoba dan apa saja yang harus dicoba, jadilah aku meminta Mba Sumi untuk milihin. Dan dipilihlah salad buah, kakap asam manis, daging teriyaki, ayam rica-rica, sop kimlo. Janjian hari sabtu jam 9.30 pagi karena jam setengah 11 harus udah cuss ke kampus dari rumah. Lagi asik nyeterika, ternyata jam 9 teng perwakilan catering datang. Wooowww cepaat sekalii.

Langsung nunda nyetrika dan bersiap mencicipi serta nyisain buat mama dan A. Karena A kuliah pagi di hari Sabtu jadi dibungkusin untuk ketemuan di kampus. Inilah review kitaah.

Salad Buah = Favorit banget aku. Buah seger mayo enak ada tambahan susu kental manis juga. Menurut A juga enak. Kalo Mama malah nambahin buah sendiri saking masih banyak mayonya.
Daging Teriyaki = Terlalu asin kalo digado tapi pas pake nasi malah jadi enak.
Kakap asam manis = awalnya nyobain kakapnya aja yang ditepung, langsung terdiam ko keras? Pas dibanjur kuah asam manisnya, booo langsung empuk seketika dan enaak. Pake nasi lebih enak.
Ayam rica-rica = potongannya ayam pada umumnya, ga ditepungin. Rasanya rica-rica. 
Sop Kimlo = sebenarnya enak tapi mungkin aku makan lagi dalam keadaan dingin jadi kurang yaa tapi kalo anget enak.

Over all, gw suka makanannya tapi mungkin sedikit terlalu asin. Tapi Almatra ini mainin bumbu banget. So, kalo yang suka rasa tajam saran boleh coba Almatra. Ps: aku orang yang senang makanan berbumbuu. *nyengir lebar.


Senin, 09 September 2013

Pencarian Tempat di Taman Mini Indonesia Indah

Setelah mengalami pembicaraan panjang antara aku dan A untuk memutuskan dimana venue yang sekiranya akan kita jadikan tempat pernikahan akhirnya kita pun memilih tempat yang paling dianggap memungkinkan. Memungkinkan dari segi jarak rumah A dan rumahku. Karena rumahku masih sekitaran Cijantung dan A sekitaran Pondok Gede, kita memilih daerah Taman Mini Indonesia Indah.

Selain Taman Mini adalah salah satu tempat favorit kita piknik juga aku punya nilai historis dengan Taman Mini dengan almarhum papa. Lalu dimanakah Taman Mini yang akan kita hinggapi? Aku dan A sama-sama menginginkan untuk di Gedung Pewayangan tapi karena mahal, kita ga jadi memilih ini. Kemudian Masjid At-Tin, tapi kita urungkan karena ruangannya yang kurang tinggi juga harganya lumayan menitikan keringat.

Setelah A mendaulatku untuk lebih sering searching akhirnya kulakukan juga. Awalnya ga sengaja karena iseng-iseng aku menemukan konsep ini. Karena asal klik venue pernikahan lalu makin mendalaminya untuk melihat lebih dekat, jatuh cintalah aku dengan konsep ini. Langsung BBM A akan konsep baru tema nikahan kita dan diomongin keesokan harinya, A setuju dengan konsep ini. Daaan Hari Sabtu, tepat pernikahan Judika dengan Duma Riris menikah di Taman Bunga, TMII, kita hunting. Lalu apa yang kita dapatkan?

Ada beberapa tempat di dalam kompleks Taman Mini yang ingin kita survei pada niatan awal, Anjungan Jawa Barat, Sasono Adiguno, Museum Indonesia, dan Taman Melati. Tapi concern utama kita adalah Anjungan Jawa Barat. Kenapa Anjungan Jawa Barat? Simpel, karena nanti pakai adat sunda.

Setelah keliling-keliling sambil jalan-jalan akhirnya kita memutuskan merubah rute jadi Anjungan Jawa Barat, Anjungan Jawa Tengah, Anjungan Jawa Timur, dan Anjungan DI Yogyakarta. Kenapa berubah? Karena Taman Melati kecil banget dan monoton (maaf yaa), lalu Museum Indonesia sedang ada acara jadi kita ga bisa benar-benar masuk, kemudian Sasono Adiguno ga jadi karena kita males turun, hahaha.

Oke, inilah cerita pencarian venue ini.
Anjungan Jawa Barat 
Berhubung kita datangnya jam setengah 5 sore jadinya ga sempet ketemu sama PIC Anjungan Jabar. Akan tetapi ketemu sama mas staf Anjungan yang ngasih nomor PICnya, namanya Ibu Neng (08128259705). Kita juga sempet diajak berkeliling sama mas nya. Anjungan ini memang dibikin mirip seperti Keraton Cirebon. Nanti pelaminannya di dalem pendopo peragaan dan bangunannya sangat misah-misah banget, maksudnya kurang nyatu jadi nge-blok gtu. Padahal dia bisa nyediain sanggar dan entertainmen yang mendukung pelaksanaan adat Sunda. Bagus tetapi entah kenapa aku kurang sreg sama posisi bangunannya padahal masnya baik lho. Sepertinya si A juga kurang sreg karena memberikan aku kode untuk cari ke tempat lain. Padahal Anjungan Jawa Barat ini alasan kita survei ke Taman Mini. :( Lanjut ke survei berikutnya.

Anjungan Jawa Tengah
Masuk ke Anjungan Jawa Tengah dengan cuek padahal lagi pada dekor untuk acara pernikahan nanti malam, aku dan A berkeliling dulu melihat-lihat situasi. Mungkin karena kita sudah pacaran 5 tahun dan kenal kebiasaan masing-masing jadi kalau kita sudah jatuh cinta pada satu hal pada pandangan pertama, sudah sama-sama tahu. Cuma saling menatap dan saling tersenyum mantap. Oke, kelihatan drama tapi emang bener begitu. Yap, Anjungan ini menarik perhatian kita banget! Dari bentuk bangunannya yang memang ngeblok tapi ga mati gaya justru harmonis, tamannya yang bagus, ornamen pendoponya yang kayu-kayu (favorit aku banget) dan ada hiasan yang memang sudah di situ dan akan semakin nambah cantik, bentuk panggungnya yang terbuat dari batu, ada kolamnya dan jembatan serta batu hitam yang menjulang tinggi, Ditambah dengan anjungan yang sedang didekor makin menambah kejatuh cintaan kita pada venue ini. Anjungan ini tidak perlu dekor yang terlalu ramai sudah bagus, permainan lampu yang menurutku akan membuat suasana semarak dan makin cantik.

A memutuskan untuk bertemu dengan PIC Anjungan Jawa Tengah, dan kita berhasi bertemu dengan Pak Guna (081296782480). Orangnya baik dan komunikatif banget dan sabar ngejelasin info-info yang memang dibutuhkan untuk pasangan muda yang satu ini (kita memang masih muda ^_^). Dari deskripsi Pak Guna kita mendapatkan info bahwa untuk nyewa Gedungnya itu 10 juta dengan mendapatkan 8 fasilitas berupa listrik dan genset, gebyok untuk pelaminannya, standing AC sebanyak 8 buah, karpet jalan Anjungan yang siapkan, gamelan yang memang sudah ada di pendoponya, daann oke yang lainnya aku lupa. Memang  katering akan ada charge sekitar 10% baik rekanan atau yang tidak. Namun yang membuatku jatuh hati adalah Anjungan Jawa Tengah ini setiap satu hari hanya melayani satu kali acara, jadi lebih maksimal baik persiapan maupun acaranya, dan tidak ada tenggat waktunya, Pak Guna bilang "sampai tamu terakhir pulang, mbak" *senyum sumringah. Lalu kalau mau DP, Pak Guna tidak membebankan harus 10% atau berapa persen yang penting setelah kita bilang oke langsung DP sebagai tanda bukti keseriusan kita. Selain itu, walaupun kita menggunakan adat Sunda, Pak Guna tidak masalah bahkan cerita sebelumnya ada yang nikah menggunakan tradisional Cina dan daerah Sumatera.

Nah, dari Anjungan Jawa Tengah kita mendapatkan brosur katering rekanannya. Ada Sawargi Catering, Puspita Sawargi, Maharani Catering, Windy Catering, Bunga Catering dan lain-lain (ada 8 tapi kita cuma dapet 6 brosur karena 2 sudah habis). Kebetulan yang lagi perform saat itu adalah Sawargi Catering. Ini penampakannya.
Foto Pelaminannya

Foto ini yang bikin jatuh cinta

Oo iya, Anjungan Jawa Tengah ini sudah dibooking sampai bulan Mei 2014 yaaa. Kalau mau akad sekalian disini juga bisa, dengan menambah 500 ribu. Jadi yang tertarik, silakan yuk ahh booking dulu

Anjungan Jawa Timur
Saat survei Anjungan Jawa Timur, waktu sudah maghrib. Dan karena sudah terlanjur jatuh cinta dengan Anjungan Jawa Tengah jadinya kita ga terlalu nafsu, ditambah kita juga kurang sreg dengan bangunannya, padahal cukup menarik.

Anjungan DI Yogyakarta
Yang ini menarik juga anjungannya, mirip kaya keraton di Yogya sana. suasananya, dan bentuknya sebenarnya menarik. Dia sentral sekali di tengah dengan padepokan besar. Akan tetapi karena kita juga sudah jatuh cinta dengan Anjungan Jawa Tengah jadilah kita memutuskan untuk menggunakan Anjungan Jawa Tengah.

Untuk cerita cateringnya nanti yaa. Coming soon :)


Selasa, 23 Juli 2013

Jahit Baju, Kenapa Tidak?

Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat muslim. Bulan ini pula yang mengajarkan kita bagaimana bersabar menahan hawa nafsu. Kalau diperhatikan pada bulan Ramdhan banyak masyarakat muslim berbondong-bondong pergi ke masjid untuk mendirikan sholat 5 waktu. Akan tetapi tidak sedikit godaan yang ada di bulan Ramadhan, godaan itu datangnya dari diri sendiri, lho.

Bulan Ramadhan akan diakhiri dengan Idul Fitri atau Lebaran. Nah, menjelang Idul Fitri ini akan banyak berbagai brand yang menawarkan produknya dengan cara yang menggiurkan, biasa kita kenal baju baru untuk Lebaran. Membeli baju lebaran tidak melulu untuk belanja di mall, ITC, atau Tanah Abang yang menjadi favorit tiap kalangan. Seiring dengan semaraknya online shop, kita juga bisa membeli baju di online shop seperti Lazada.com.

shutterstock.com

Akan tetapi walau banyak varian yang bisa dipilih untuk baju lebaran kadang kala kita tidak menemukan pakaian yang ukurannya pas. Apalagi untuk perempuan yang berbadan pluz, seperti saya. Karena minimmya pakaian yang saya suka sesuai dengan ukuran, kalaupun ada biasanya juga bukan selera dan terlalu mahal. Alternatif yang saya lakukan adalah melihat-lihat referensi di majalah atau televisi tentang tren busana terbaru. Lalu saya beli bahan per meter  dan jahit di tukang jahit yang langganan. Akan tetapi kadang ada yang berspekulasi bahwa menjahit akan lebih mahal daripada membeli. Nah daripada lewat dari budget, berikut tips membuat baju dengan menjahit.

Pertama, kenali bentuk tubuh. Karena dengan mengenali bentuk tubuh, kita akan dengan meudah memahami apa kelebihan dan kekurangan dari badan kita ini. Dengan bentuk tubuh juga kita akan tahu berapa meter bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakaian dasar.

Kedua, pahamilah jenis bahan yang akan kita beli dan gunakan dan juga sesuaikan dengan acara yang akan kita kunjungi. Jika acaranya formal, kita bisa membeli bahan satin, sutra, ataupun shifon. Sedangkan untuk acara santai, bisa kita pakai bahan katun. Setiiap jenis bahan akan diperlakukan berbeda dalam menjahit. Semakin halus bahan yang kita beli maka pengerjaannya akan semakin lama. Ingat juga bahwa ada bahan yang membutuhkan furing agar tidak tembus pandang saat dipakai.

Ketiga, yakinkan bahwa model baju yang akan kita bikin akan sesuai dengan kita dan tubuh kita. Jangan lupa untuk mengingat dasar dari kita berpakaian adalah melindungi diri, jadi jangan sampai pakaian yang kita bikin akan membuat kita tidak nyaman atau membuat kita kurang sreg karena terlalu ribet.

Keempat, pilihlah model yang sederhana. Karena dengan model yang sederhana maka baju kita akan tahan lama tidak termakan jaman. Dengan baju yang sederhana pula, baik pola, motif, dan potongannya akan membuat kita jauh lebih menghemat pengeluaran karena bisa menggunakan berbagai macam gaya dengan baju yang simpel tersebut.

Kelima, jahitlah di tukang jahit langganan. Hal ini perlu mengingat bahwa tukang jahit langganan adalah tukang jahit yang kita percaya. Mereka juga sudah pasti mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan kita sendiri. Tidak ada salahnya mendengar masukan dari mereka lho. Kalau ini memang pertama kali kita jahit baju sendiri ada baiknya kita tanya ke orang-orang terdekat dan yang paling kita percaya. Jangan asal-asalan memilih tukang jahit. Oh iya, tukang jahit juga cocok-cocokan lho.

Naah, dari kelima tips menjahit baju semoga bisa berguna untuk kita-kita yang bingung mau pakai pakaian apa untuk lebaran. Akan tetapi yang paling penting adalah jangan lupa ibadahnya ya. (DHI)

Selasa, 09 Juli 2013

Re-Introducing My Blog and myself

Hai, mungkin akan banyak komentar mengenail blog yang gue buat dan punya ini. Komentar tentang betapa labil isi blog ini. Blog ini punya sejarahnya, seperti hidup kita sendir, ada sejarahnya.

Bermula ketika gue bener-bener terjun untuk ngambil konsentrasi Jurnalistik di kampus gue, Moestopo. Kenapa jurnalistik? Simpel, karena gue suka nulis dari SD, nulis diary dan puisi. Yeah, dan SMP pun berlanjut kalau gue suka nulis diary dan makin ditambah nulis puisi, nulis prosa, nulis dialog pesenan temen gue dan imajinasi gue yang ga kesampaian. Betul, pesenan. Kenapa pesenan? karena temen gue suka sama cowo tapi cowo itu ga suka sama dia alias bertepuk sebelah tangan. Jadilah gue membuat dialog pesenan yang ceritanya bertolak belakang dengan kenyataan agar kita sendiri sendeng. Sebelas dua belas sama temen, gue juga gitu. Namanya juga anak SMP, keinginan banyak tapi kenyataan berkata lain. Suka sama anak SMA ato kelas sebelah tapi ga kesampaian, itulah cinta monyet.

Balik lagi ke cerita blog. Atas dasar keyakinan dan passion gue tentang menulis, jadilah gue pilih Jurnalistik. Setelah PKL di TPI (saat ini MNC TV), gue disarankan untuk punya blog sebagai penilaian PKL. Selain itu dosen gue, Bu Ajeng, juga mengatakan kalau di blog kita bisa naro hal-hal yang memudahkan nanti kita mau kerja, jadi bisa liat portfolionya. Mantep ya dosen gue? Jadilah blog ini berdiri.

Awalnya gue ga ngerti sama sekali blog ini apa. pernah denger tapi ga nafsu bacanya. Akan tetapi karena ada penilaian itu yang tadi gue sebut di atas jadilah bikin dan ternyata asik yaahhh. Hahahaha. Malah saking senengnya, gue sampai bener-bener mencintai dunia jurnalistik. Dan alhamdulillah, gue peringkat pertama lulusan Jurnalistik waktu wisuda tahun 2012 di Moestopo. Btw, gue angkatan 2007, lulus skripsi 2011 dan wisudanya 2012. *wink

Naah, lalu apa tema blog gue? Sampe sekarang pun gue bingung mau menentukan tema apa.Yang pasti blog ini tentang hidup gue, perjalanan hidup, dan pengalama hidup. Kalau kata iklan susu, my life my adventure.

Kalao gue mendeskripsikan blog gue ini adalah karya-karya gue. Karya-karya personal atas apa yang berusaha gue ciptakan dengan menjadi diri gue apa adanya. Berusaha berkarya dan diingat atau setidaknya ada penyimpanan yang ga akan lekang kecuali di hack orang, Penyimpanan yang setidaknya tidak ilang, tidak lapuk, dan berusaha diingat. Karya-karya yang ingin gue bagi kepada yang mau baca atau sekedar ketok blog. Atau sekedar penyimpanan sejarah hidup gue biar nanti gue punya anak, anak gue tahu bahwa ibunya juga melalui jalan yang tidak semudah membalikan telapak tangan.

Well, i think i've found my blog theme...

-Dhini  

Rabu, 01 Mei 2013

When Teracota met Batik

Minggu yang penuh dengan acara kantor di Hotel. Agenda yang berbeda, kali ini aku berkesempatan rapat di Puri Casablanca Residences. Konsepnya adalah aprtemen trapi mereka juga menyewakan ruangan untuk rapat.

Karena apartemen, mereka punya taman yang kece untuk potapoto tapi sayang, aku tak bisa mengabadikan diri di situ. Yang ada aku hanya mengabadikan di ruang rapatnya.



What i wore? Unbranded Scarf |.... Batik (Gosh, lupa merk batiknya! -__-") | Unbranded Palazzo Pants | Nevada Shoes

Aku, Erika, Kiki

Kiki, Aku
-dhi-

Bathroom is New Studio

Oh yeah, bukan tanpa alasan aku menganggap bahwa toilet adalah new studio. Bukan rahasia banyak yang favorit mengabadikan momen di kamar mandi, terutama kaca. Apalagi jika kamar mandinya didesain keren kaya di Santika Hotel Premiere.

Kenapa aku bisa ada di Santika Hotel? tidak lain dan tidak bukan karena ada acara kantor. Tak ingin melewatkan kesempatan yang mungkin datang sekali, ambil BB dan tadaaa langsung mengabadikan momen di kamar mandi. Kebetulan pencahayaannya sangat-sangat menggoda iman untuk jeprat-jepret



Aneh yah? Huhuhuu. Tapi tetep pede-pedean aja *padahal malu

Dengan simpel hijab tapi tetep stylish.
Semua yang aku pakai kecenderungan unbranded :) Kalau kalungnya itu dari Hauraa Beauty Hijab, aku beli waktu ada pameran fesyen di lantai bawah kantorkuu (SMESCO).
-dhi-

Rabu, 24 April 2013

New Bross!


Sebelum berangkat kerja, sempatkan diri foto dari samping mau rekomendasi bros baruu.

Shirt: ITC Mangga Dua
Hijab Scarf: Such! by Suchi Utami
Bross: Hauraa Beauty Hijab (0821 112 55 050)

Bros baru yang aku beli waktu ada Pameran Fesyen 2013 di Ballroom Kantor, lagi hunting2 sama Rizky (temen kantorku), ketemu sama stand Hauraa yang rame bgt! Tertarik, kita langsung samperin dan barang-barang yang mereka tawarkan lucu-lucu dan menarik. Aku langsung beli 6 jenis bros! hehehe.

Ga cuma bros, mereka juga menjual, hijab scarf dan inner ninja. Aku sempet beli 2 warna inner ninja. Aku tertarik dengan inner ninja mereka karena sangat tertutup di belakang. Highly recommended untuk kalian yang suka banget pake hijab turban. Tertarik? Sila hubungi nomor di atas yaa.



Orange Tera


Pashmina: Such! by Suchi Utami
Shirt by Monel
Pants: Unbranded
Bag: Unbranded
Shoes: Nevada

Location: PIM 2, Lift Exit.
Photographer: Angga B