Senin, 12 Desember 2011

Tarikk Miie

Waktu aku jalan-jalan ke PIM sama sang pacar, kita keingetan untuk makan mie tarik rekomendasi temen kita, Rama, yang udah makan di sana sebelumnya.

Jadilah kita berdua menuju ke area 51 Food Lounge Lt.1 PIM 1 dan mencari nama tempatnya. Akhirnya kita pun menemukannya. Tidak sulit menemukan tempat makan ini. Namanya Laiker, dan menghidangkan mie tarik.

Kata Rama sih mie tarik di sana porsinya gede dan enak. Akhirnya aku ma sang pacar memutuskan untuk membeli satu untuk berdua, itung-itung nyobain dan takut ga abis juga (klo denger2 kata Rama).

Akhirnya, kita memesan Mie Tarik Kombinasi Ala Thai dengan harga Rp 31.000,-. Mengapa kita memesan Mie Tarik Kombinasi Ala Thai? Karena dari namanya yang kombinasi, kita pikir pasti bermacam-macam isinya. Ternyata, memang di atas mie tarik itu ada dada ayam yang di panggang terlebih dulu, udang goreng mentega, tauge, dan daun bawang. Yang bikin mengundang selera adalah kuahnya yang kental dan kemerahan.



Mulai diicip-icip mienya. Pertama, kita coba kuahnya tanpa tambahan saus ataupun sambel. Rasanya enak, ada sedikit rasa manis dan nikmat. Kita coba mienya, ternyata ukuran diameter mienya lebih besar dari mie lain. Lihat-lihat Laiker ini membuat mienya sendiri loh. Mie nya pas matangnya dan kenyal. Ayamnya, klo kata sang pacar, enak tapi standar rasa ayam. Sedangkan udangnya cukup enak walau standar yah. Tapi memang kuah dan porsinya yang besar menjadi juara. Secara keseluruhan Mie ini memiliki rasa yang menarik dan enak.

Minumannya, aku memesan Teh Tarik dengan harga Rp 8000.- dan sang pacar memesan es blackcurrant seharga Rp 7000,-. Rasa Teh Tariknya menurut aku enak, susunya berasa dan tehnya juga seirama. Kalau blackcurrantnya, kata sang pacar, enak.

Selain Mie Tarik Kombinasi Ala Thai ada juga Mie Tarik dengan varian rasa yang berbeda. Untuk harga mi Tarik, rangenya sekitar Rp 28.000.- sampai Rp 32.000,-. Untuk minuman range harga Rp 5000,- sampai Rp 15.000,-

Untuk tempatnya cozy dan bersih. Kalau mau datang ke sini, jangan pas jam makan siang untuk hari kerja karena cukup ramai. Dan weekend, tempat ini juga sel

Kamis, 10 November 2011

Surabi Serabi

kiri : Surabi Cokelat Keju Susu
kanan : Surabi Mayonaise Strawberry ^__^

Surabi. Pasti dari kita sudah banyak yang mengenalnya. Panganan khas Sunda ini biasanya dimasak di atas tungku api dari arang atau kayu dan disajikan bersama gula merah. Akan tetapi, surabi di tempat yang satu ini berbeda.


Surabi duren nama tempatnya. Tempat makan yang satu ini terletak di Jalan Siliwangi, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Bagi yang tinggal di daerah Cicurug, pasti tahu alun-alun Masjid Jami Al-Huriyah. Nah, letaknya sebelum alun-alun dari arah Jakarta.
Surabi yang satu ini dibuat berbeda dengan serabi pada umumnya. Serabi yang ditawarkan adalah serabi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga topingnya pun beraneka ragam. Ada surabi yang menggunakan toping duren, keju, cokelat, mayonnaise strawberry, mayonnaise vanilla, dan banyak lagi. Bahkan toping durennya memiliki tambahan seperti surabi duren keju, surabi yang menggunakan toping duren di tambah parutan keju diatasnya.


Bagi penyuka buah duren, bisa menjadikan surabi ini sebagai pilihan cemilan yang baru. Di tempat ini tidak hanya ditawarkan surabi saja tetapi juga ada menu-menu lain seperti pisang bakar, jagung bakar, roti bakar, colenak, indomie, nasi goreng saus padang, serta mie goreng saus padang. Untuk roti bakar, pisang bakar, colenak, dan indomie bisa memesan dengan menggunakan keju, cokelat, atau susu.


Pembuatan surabinya pun masih menggunakan cara tradisional, yaitu menggunakan tungku dengan api dari arang. Cara tersebut menjadi salah satu daya tarik dari tempat makan yang buka pada sore hingga malam hari ini. Pelanggan menjadi tertarik untuk melihat dan membelinya.


Favorit makanan di tempat ini adalah surabi duren. Menurut saudara saya, surabi durennya enak. Akan tetapi karena saya tidak begitu suka duren, saya membeli surabi keju cokelat susu (Rp 7000,-) dan surabi mayonnaise strawberry (Rp 5500,-).


Ukuran surabinya sedang. Rasa surabi keju cokelat susu untuk keseluruhan enak. Cokelatnya dibuat meleleh sehingga menyatu dengan surabinya. Banyaknya keju bisa dibilang sedang dan susunya cukup.


Sedangkan surabi mayonnaise strawberry memiliki rasa enak. Seperti ada tambahan susu dalam topingnya dan sedikit rasa duren muncul. Memang aneh, tetapi cukup enak an mengenyangkan. Topingnya banyak dan pas dengan ukuran serabinya.


Range harga di Surabi Duren ini berkisar 4 ribu sampai 20 ribu rupiah. Tempatnya cukup bersih dan nyaman.


Pelayanan di tempat ini cukup tetapi kecepatan untuk menyajikannya kurang. Karena yang memasak surabinya hanya satu orang dibantu dengan satu asisten sehingga pembeli harus bersabar. Terlebih lagi pada jam-jam setelah maghrib di malam minggu, pembeli harus lebih sabar mengantre karena tempat ini maenjadi salah satu alternative tempat nongkrong di kota Cicurug.