Waktu aku jalan-jalan ke PIM sama sang pacar, kita keingetan untuk makan mie tarik rekomendasi temen kita, Rama, yang udah makan di sana sebelumnya.
Jadilah kita berdua menuju ke area 51 Food Lounge Lt.1 PIM 1 dan mencari nama tempatnya. Akhirnya kita pun menemukannya. Tidak sulit menemukan tempat makan ini. Namanya Laiker, dan menghidangkan mie tarik.
Kata Rama sih mie tarik di sana porsinya gede dan enak. Akhirnya aku ma sang pacar memutuskan untuk membeli satu untuk berdua, itung-itung nyobain dan takut ga abis juga (klo denger2 kata Rama).
Akhirnya, kita memesan Mie Tarik Kombinasi Ala Thai dengan harga Rp 31.000,-. Mengapa kita memesan Mie Tarik Kombinasi Ala Thai? Karena dari namanya yang kombinasi, kita pikir pasti bermacam-macam isinya. Ternyata, memang di atas mie tarik itu ada dada ayam yang di panggang terlebih dulu, udang goreng mentega, tauge, dan daun bawang. Yang bikin mengundang selera adalah kuahnya yang kental dan kemerahan.
Mulai diicip-icip mienya. Pertama, kita coba kuahnya tanpa tambahan saus ataupun sambel. Rasanya enak, ada sedikit rasa manis dan nikmat. Kita coba mienya, ternyata ukuran diameter mienya lebih besar dari mie lain. Lihat-lihat Laiker ini membuat mienya sendiri loh. Mie nya pas matangnya dan kenyal. Ayamnya, klo kata sang pacar, enak tapi standar rasa ayam. Sedangkan udangnya cukup enak walau standar yah. Tapi memang kuah dan porsinya yang besar menjadi juara. Secara keseluruhan Mie ini memiliki rasa yang menarik dan enak.
Minumannya, aku memesan Teh Tarik dengan harga Rp 8000.- dan sang pacar memesan es blackcurrant seharga Rp 7000,-. Rasa Teh Tariknya menurut aku enak, susunya berasa dan tehnya juga seirama. Kalau blackcurrantnya, kata sang pacar, enak.
Selain Mie Tarik Kombinasi Ala Thai ada juga Mie Tarik dengan varian rasa yang berbeda. Untuk harga mi Tarik, rangenya sekitar Rp 28.000.- sampai Rp 32.000,-. Untuk minuman range harga Rp 5000,- sampai Rp 15.000,-
Untuk tempatnya cozy dan bersih. Kalau mau datang ke sini, jangan pas jam makan siang untuk hari kerja karena cukup ramai. Dan weekend, tempat ini juga sel
Senin, 12 Desember 2011
Kamis, 10 November 2011
Surabi Serabi
![]() | |
| kiri : Surabi Cokelat Keju Susu kanan : Surabi Mayonaise Strawberry ^__^ |
Surabi. Pasti dari kita sudah banyak yang mengenalnya. Panganan
khas Sunda ini biasanya dimasak di atas tungku api dari arang atau kayu dan
disajikan bersama gula merah. Akan tetapi, surabi di tempat yang satu ini
berbeda.
Surabi duren nama tempatnya. Tempat makan yang satu ini
terletak di Jalan Siliwangi, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Bagi yang tinggal
di daerah Cicurug, pasti tahu alun-alun Masjid Jami Al-Huriyah. Nah, letaknya
sebelum alun-alun dari arah Jakarta.
Surabi yang satu ini dibuat berbeda dengan serabi pada
umumnya. Serabi yang ditawarkan adalah serabi yang sudah dimodifikasi
sedemikian rupa sehingga topingnya pun beraneka ragam. Ada surabi yang
menggunakan toping duren, keju, cokelat, mayonnaise strawberry, mayonnaise vanilla,
dan banyak lagi. Bahkan toping durennya memiliki tambahan seperti surabi duren
keju, surabi yang menggunakan toping duren di tambah parutan keju diatasnya.
Bagi penyuka buah duren, bisa menjadikan surabi ini
sebagai pilihan cemilan yang baru. Di tempat ini tidak hanya ditawarkan surabi
saja tetapi juga ada menu-menu lain seperti pisang bakar, jagung bakar, roti
bakar, colenak, indomie, nasi goreng saus padang, serta mie goreng saus padang.
Untuk roti bakar, pisang bakar, colenak, dan indomie bisa memesan dengan
menggunakan keju, cokelat, atau susu.
Pembuatan surabinya pun masih menggunakan cara
tradisional, yaitu menggunakan tungku dengan api dari arang. Cara tersebut
menjadi salah satu daya tarik dari tempat makan yang buka pada sore hingga
malam hari ini. Pelanggan menjadi tertarik untuk melihat dan membelinya.
Favorit makanan di tempat ini adalah surabi duren. Menurut
saudara saya, surabi durennya enak. Akan tetapi karena saya tidak begitu suka
duren, saya membeli surabi keju cokelat susu (Rp 7000,-) dan surabi mayonnaise strawberry
(Rp 5500,-).
Ukuran surabinya sedang. Rasa surabi keju cokelat susu
untuk keseluruhan enak. Cokelatnya dibuat meleleh sehingga menyatu dengan
surabinya. Banyaknya keju bisa dibilang sedang dan susunya cukup.
Sedangkan surabi mayonnaise strawberry memiliki rasa
enak. Seperti ada tambahan susu dalam topingnya dan sedikit rasa duren muncul. Memang
aneh, tetapi cukup enak an mengenyangkan. Topingnya banyak dan pas dengan
ukuran serabinya.
Range harga di Surabi Duren ini berkisar 4 ribu sampai
20 ribu rupiah. Tempatnya cukup bersih dan nyaman.
Pelayanan di tempat ini cukup tetapi kecepatan untuk
menyajikannya kurang. Karena yang memasak surabinya hanya satu orang dibantu
dengan satu asisten sehingga pembeli harus bersabar. Terlebih lagi pada jam-jam
setelah maghrib di malam minggu, pembeli harus lebih sabar mengantre karena
tempat ini maenjadi salah satu alternative tempat nongkrong di kota Cicurug.
Langganan:
Postingan (Atom)
