Jumat, 28 Februari 2014

Suvenir di Jatinegara

"Mah, Dhini mau liat-iat suvenir di Jatinegara sama A"
"Masih lama Dhin, udah lihat-lihat suvenir aja"
"Survey mah. Mumpung libur."
Mama nyengir

***

Suvenir ini adalah printilan yang sebenarnya ga bisa dilepaskan juga dari nikahan. Banyak yang ngasih suvenir ituh Gelas. Karena aku dan A sudah sering banget dapet gelas, kita memutuskan untuk tidak menggunakan gelas dalam acara nikahan kita. Selain gelas adalah, kalau bisa, kita meminimalkan barang pecah belah dalam suvenir kami. Hal ini dikarenakan, tidak semua orang apik, daaann meminimalkan pengembalian suvenir akibat suvenirnya pecah belah. Intinya kita gamau gelas.

Kumpulan suvenir yang udah rapih

Pada hari Minggu, kita ke Jatinegara untuk lihat-lihat. Aku dan A sama sekali gatau dimana letak tempat suvenir di Jatinegara, taunya sih yang jualan hewan, secara A suka banget melihara hewan (bahkan dia bilang mau melihara Kudanil. Ya kaaaliiii).

Kita sotoy aja gitu jalan-jalan di Pasar Jatinegara. Jalan di bagian luar yang panas dan berkeringat, ko kita ga nemuin tempat suvenir yang banyak banget. Ada sih, tapi gitu-gitu aja. Penasaran banget kaan, A akhirnya nelpon kakanya. Kakanya A ngasitau kalau Toko Suvenir yang bagus-bagus itu ada di dalam Gedung di Basement.

Rutenya masuk dari Pintu Pasar Jatinegara yang seberang Pusat Grosir Jatinegara atau SMP 14. Masuk dari gang yang disitu kemudian kalian masuk ke Gedungnya itu, Setelah masuk langsung ke kanan, disebelah kiri ada tangga turun, kalian turun daaan Welcome to the Souvenir's world. Di situlah toko suvenir berkumpul. BANYAK dan harganya bersaing.

Suvenir semprong yang membuat kita pengen beda

Seneng muter-muter, saking senengnya pengen sekalian aja gitu beli. Lapar mata. Lucu-lucu. Tadinya kita mau kasih yang gelang tasbih tapi akhirnya ga jadi. Jadilah kita muter-muter dan memilih beberapa alternatif imut untuk suvenir.
  1. Penjepit Memo tempel Kulkas - Pakai Mika 3500an, Pakai plastik 2000
  2. Penjepit Memo Taro Meja - Pakai Mika dan Pita cantik 4000-5000
  3. Tempat Perhiasan Etnik - 3500-4000 (sudah rapih dan cetak nama)
  4. Semprong - 6000 (udah rapih juga). Ukurannya ada yang besar dan kecil. Yang kecil lebih mehong dari yang besar. Kalau kata penjualnya, karena unik.
Aku dan A pengen banget suvenir Semprong tapi karena barang pecah belah dijadikan alternatif ke-empat. Mama malah pengennya semprong padahal awalnya bilang aneh. Hahahaha. Tapiiii alternatif ini bisa saja berubah tergantung dari mood dan hasrat kami yang random. Hehehehe.



Jadinya Satu Gedung Dua Acara

Setelah adanya kebingungan yang panjang tentang penentuan hari pernikahan jadilah pernikahan aku dan A diundur sampe September (seperti rencana awal sih sebenarnya). Alasannya, di bulan Agustus kita mau nikahan Jumat tapi keluarga kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk hari Sabtu biar yang datang ramai lancar. Amiin. Sempat stres dengan ketiba-tibaan ini. Takut Graha Lukisan udah penuh di hari Sabtu bulan Agustus-September.

Dengan memelas ngabarin Pak Sumiran, beliau akhirnya menemukan tanggal masih kosong pagi malam di bulan September dan hari Sabtu pulaakk! Alhamdulillaaah. Jadilah aku langsung book tanggal tersebut di siang hari. Kenapa siang? Karena kalau malem takut macat cantik didepan jalan raya TMII itu daaann juga biar abis kondangan bisa pada ke Taman Mini.

Namuuunnn, berbeda cerita dengan di At-Tin, At-Tin sudah penuh untuk akad nikah di jam dan hari yang diinginkan. Jadilah, kita cancel Akad di At-Tin (menangiisss dalam hatii) dan ikutan akad di Graha Lukisan (tersenyum lagi karena bisa lebih save money). Nah untuk cancel di At-Tin, karena sudah DP jadilah pengembalian uangnya sekitar 50% dari DP. Ngambil kembali uang DPnya segera setelah kalian menyatakan cancel yaaa.